SMK Muhammadiyah Salatiga Kenalkan E MOZA Mobil Listrik Karya Siswa, Bukti Kompetensi Vokasi Anak Bangsa
Siswa dan siswi SMK Muhammadiyah Salatiga kembali meraih prestasi yang berarti dalam bidang pendidikan vokasi dengan meluncurkan mobil listrik E MOZA, sebuah kendaraan elektrik yang dibuat oleh para pelajar dari jurusan Teknik Kendaraan Ringan Otomotif (TKRO).
Kendaraan ramah lingkungan tersebut diperkenalkan dalam acara Syakban Bermuhammadiyah yang baru saja diadakan di Alun-alun Pancasila Salatiga, menarik perhatian banyak orang dan menjadi fokus utama dalam agenda pendidikan serta inovasi lokal.
Peluncuran E MOZA bukan hanya sekadar simbol, tetapi merupakan bentuk nyata penerapan pembelajaran berbasis proyek, di mana siswa secara langsung terlibat dalam proses merancang dan membangun mobil listrik mulai dari awal hingga selesai.
Berbagai tahap pembuatan seperti merancang rangka, memasang sistem penggerak, menginstal kelistrikan, hingga menguji performa akhir semuanya dilakukan sendiri oleh siswa di bawah bimbingan guru produktif.
Drs. Suryono, kepala SMK Muhammadiyah Salatiga, mengatakan bahwa E MOZA menjadi bukti kemampuan siswanya dalam menghadapi tantangan di era digital dan teknologi kendaraan modern.
Menurutnya, kendaraan listrik ini menunjukkan bahwa para siswa tidak hanya memahami teori tentang otomotif, tetapi juga bisa mengaplikasikan keterampilan teknis yang dibutuhkan oleh industri di masa depan.
Setelah diluncurkan, E MOZA langsung diuji di area Alun-alun Pancasila bersama tokoh pemerintahan dan pendidikan setempat.
Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Salatiga, Prof. Dr. Saadi dan pejabat Sekretaris Daerah Salatiga juga naik mobil listrik yang dibuat oleh siswa itu sebagai bentuk penghargaan terhadap bakat generasi muda.
Selain karya dari E MOZA, prestasi siswa SMK Muhammadiyah Salatiga juga terlihat dalam ajang Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Kota Salatiga.
Dalam lomba tersebut, tim sekolah berhasil meraih peringkat dua di bidang Automobile Technology dan Electrical Installation.
Keberhasilan ini semakin memperkuat peran sekolah sebagai Sekolah Pusat Keunggulan (PK) dalam bidang pendidikan kejuruan yang menggabungkan teknologi modern dengan pengalaman praktis.
You’re not just competing with rivals — you’re competing with yourself. And that’s the most expensive war you can fight.
Anonymous CMO
When brand campaigns overlap with retargeting and performance ads, the result is that one user interaction may cost you double — once for the brand impression, and again for the conversion click. This hidden duplication is burning holes in marketing budgets everywhere.
Webinars



Understanding the Double Spend Problem
Think of your customer journey: a potential buyer clicks your ad on Instagram, doesn’t convert, then searches your brand on Google — and clicks your search ad. You’ve paid twice for one user. This scenario repeats daily across millions of ad impressions.

Multi-channel marketing without coordination creates blind spots. Without unifying platforms or managing frequency, you’re effectively paying twice — or even more — for a single click journey.
True cost-efficiency lies in harmonizing your ad ecosystem, not expanding it recklessly.
Build an attribution model that aligns your campaigns instead of siloing them. Better orchestration means better performance — and less overspending.
Free Download
If you don’t monitor your overlapping audience reach and frequency, you’ll spend more for less impact — and miss optimization opportunities.
The Real Cost of Disconnected Campaigns
Most marketers look at CTR, CPC, and ROAS in isolation. But the true cost is often buried in redundant impressions and cross-platform bidding wars.
Ask yourself: Are you cannibalizing your own traffic? Are your campaigns talking to each other — or shouting over one another?

Smarter campaigns align audiences, creatives, and timing — reducing costs and increasing impact. Repetition without coordination is just noise.
What We Recommend
Audit your full media mix monthly. Use audience exclusions and frequency management. Avoid competing on brand terms if you already dominate organic or direct traffic.
Spending more doesn’t always mean getting more. The future of performance marketing lies in efficiency, not excess.
Final Thought: Align Strategy to Avoid Self-Competition
Marketers need to look beyond individual platforms and start thinking in terms of unified ecosystems. Paying twice for a single user touchpoint is not just bad practice — it’s bad business.
Take control of your bid strategy. Your brand deserves better than fighting itself in the auction room.
